Batam, jendelakepri.com – Hari pertama masuk kerja pasca Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, untuk langsung turun ke lapangan. Sejumlah titik strategis menjadi fokus peninjauan, mulai dari penataan taman hingga pembangunan infrastruktur jalan dan drainase, Rabu (25/3/2026).
Langkah ini menjadi sinyal kuat komitmen Pemerintah Kota Batam dalam mempercepat pembenahan wajah kota agar semakin rapi, nyaman, dan estetis. Meski di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA), Amsakar memilih memastikan langsung progres pembangunan yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir.
“Di hari pertama pasca Lebaran ini, saya ingin memastikan bahwa pekerjaan yang kita lakukan benar-benar menunjukkan perkembangan yang nyata di lapangan,” ujarnya.
Peninjauan diawali di kawasan taman sekitar Bandara Hang Nadim. Di lokasi ini, Amsakar menyoroti kondisi tanaman yang tampak gersang akibat cuaca panas. Ia meminta dinas terkait segera mengambil langkah penanganan agar fungsi taman sebagai elemen estetika kota tetap terjaga.
Selanjutnya, ia bergerak ke kawasan Batam Centre untuk melihat progres pembangunan box culvert. Infrastruktur ini dinilai krusial dalam meningkatkan sistem drainase sekaligus mengurangi potensi genangan di wilayah perkotaan.
Peninjauan berlanjut ke Simpang Pollux. Di kawasan ini direncanakan pembangunan empat taman baru sebagai bagian dari penataan ruang kota. Dua taman telah rampung, dan Amsakar mengapresiasi capaian tersebut, sembari mendorong percepatan penyelesaian dua taman lainnya.
Di Simpang Kepri Mall, perhatian diarahkan pada pembangunan kolam retensi yang masih berlangsung. Proyek ini diharapkan menjadi solusi pengendalian banjir, terutama saat curah hujan tinggi, sekaligus mendukung tata kota yang lebih tertib dan berkelanjutan.
“Ini bagian dari upaya kami memenuhi komitmen kepada masyarakat, sekaligus menjawab harapan terhadap pembangunan kota yang lebih baik dan tertata,” tegasnya.
Tak hanya itu, kawasan Simpang Flyover Laluan Madani juga turut ditinjau. Di lokasi ini direncanakan pelebaran tiga ruas jalan di sisi kanan dan kiri guna mengurai kepadatan arus lalu lintas, khususnya jalur Sekupang menuju Batam Centre.
Rangkaian kegiatan ditutup di DAM Sei Ladi. Amsakar meninjau instalasi pengolahan air berkapasitas 50 liter per detik yang diproyeksikan memperkuat pasokan air bersih di wilayah Batu Ampar, Nagoya, Tanjung Uma hingga Bengkong.
Ia pun mengapresiasi kerja keras seluruh tim di lapangan yang terus mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.
“Alhamdulillah, seluruh tim bekerja dengan baik. Kami optimistis Batam akan terus berbenah menjadi kota yang lebih tertata, indah, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Pari/JK)













