Batam, jendelakepri.com – Sehubungan dengan viralnya video terkait mobil Toyota Land Cruiser BP 890 VIP yang disebut-sebut sering ugal-ugalan di jalan, WL selaku supir mobil tersebut angkat bicara. Ia mengaku difitnah dan video tersebut telah merusak nama baiknya.
WL mengaku, kejadian yang sebenarnya tidak sesuai dengan video dan narasi yang ditayangkan oleh beberapa media di Batam. Menurut WL, percekcokan di jalan raya pada Sabtu (17/1/2026) malam tersebut bermula dari supir Hyundai Creta yang menyalip secara ugal-ugalan hingga hampir menabrak mobilnya.
Menurut cerita WL, pada malam kejadian tersebut, ia baru selesai berolahraga di TM Square dan hendak pulang ke rumah. Tak lama keluar dari parkiran TM Square, mobilnya disalip saat SPBU royal grande oleh mobil Hyundai Creta BP 1742 CR berwarna silver. Mobil tersebut dikendarai oleh seorang pria berkemeja biru dan berkacamata.
“Saya sedang melintas, tiba- tiba mobil Hyundai Creta itu menyalip dari sebelah kanan dan sangat mepet hingga hampir menabrak mobil saya,” ujarnya WL.
Saat itu, lanjut WL, ia merasa kaget dan secara spontan mengejar mobil Hyundai Creta dengan maksud untuk menegur dan memperingati sang supir agar berhati-hati di jalan raya. “Niat saya itu mengejar dia karena saya mau peringatin dia agar tidak seperti itu. Karena apa yang dilakukan supir Hyundai Creta itu bisa sangat membahayakan pengendara lain,” ujar WL lagi.
WL juga mengatakan, apa yang terjadi di jalan raya itu terekam jelas di kamera dashcam mobil miliknya. Dalam video tersebut terlihat dengan jelas bahwa kejadian percekcokan tersebut dipicu oleh sang supir Hyundai Creta yang membawa kendaraan secara sembrono. “Bisa dikatakan saya ini hampir menjadi korban tabrakan tapi saya yang malah diviralkan seolah-olah saya ini pelaku,” kata WL.
Tak hanya itu saja, WL mengeluhkan narasi yang dibuat oleh beberapa media di Batam yang terkesan menggiring opini publik untuk menjatuhkannya. Untuk itu, ia juga berharap agar masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan tanpa tau kronologi yang sebenarnya. “Saya berharap agar masyarakat tidak langsung menilai sesuatu tanpa tau cerita yang sebenarnya. Dalam hal ini, jelas-jelas saya yang akan menjadi korban tapi malah saya yang disebut-sebut sebagai orang yang bersalah. Itu yang saya sesalkan,” ujar WL. (Nay/JK)













