Komisi IV DPRD Kota Batam segera turun tangan menelusuri mandeknya kerja sama antara BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit Awal Bros Batuaji.
Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Surya Makmur Nasution, menegaskan persoalan ini menyangkut langsung program prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra di sektor kesehatan.
Surya menyebut hampir 90 persen warga Batam telah terdaftar sebagai peserta BPJS, baik jaminan kesehatan maupun ketenagakerjaan. Seluruh rumah sakit di Batam mendukung program tersebut, kecuali satu.
“Komisi IV sudah rapat dengan pimpinan rumah sakit dan sepakat mendukung pelayanan kesehatan prima. Namun, masih ada satu rumah sakit yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ujar Surya, Jumat (27/2/2026).
Menurut dia, manajemen rumah sakit sudah mengajukan kerja sama. Karena itu, DPRD akan mengecek langsung kendala yang menghambat proses tersebut agar rumah sakit segera melayani peserta BPJS.
RS Awal Bros Batuaji berdiri sekitar satu tahun lalu dan menempati lokasi strategis untuk melayani warga Batuaji dan Sagulung. Tanpa kerja sama BPJS, akses layanan kesehatan warga di wilayah itu menjadi terbatas.
“Kalau sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, pilihan layanan bagi warga pasti bertambah,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, mengaku belum mengetahui penyebab pasti belum terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menduga proses administrasi masih berjalan karena rumah sakit tergolong baru.
“Informasinya, pada 2026 BPJS Kesehatan mulai bekerja sama dengan RS Awal Bros Batuaji,” katanya.
Sebelumnya, Anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur Hutasoit, mendesak BPJS Kesehatan mempercepat proses kerja sama dengan RS Awal Bros Batuaji. Hingga kini, peserta BPJS di Batuaji belum bisa berobat di rumah sakit itu karena belum ada perjanjian resmi.
Tumbur menegaskan kehadiran RS Awal Bros sangat dinantikan warga. Namun, peserta BPJS masih ditolak karena kerja sama belum rampung.
“Kami sudah cek ke rumah sakit. Pengajuan kerja sama sejak November 2025, tapi masih berproses tanpa kepastian,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia meminta BPJS segera menuntaskan proses tersebut agar warga Batuaji dan Sagulung mendapat layanan cepat dan berkualitas sesuai program prioritas pemerintah kota.
Humas RS Awal Bros Batuaji, Addila Islamy, menyatakan rumah sakit baru menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk layanan kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas.
“Untuk kecelakaan kerja dan lalu lintas sudah bisa kami layani karena ada kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Untuk peserta BPJS Kesehatan, kata dia, pengajuan kerja sama sejak November 2025 masih berjalan. Pihaknya tetap memberi pertolongan pertama bagi pasien BPJS dalam kondisi kritis sebelum merujuk ke rumah sakit rekanan BPJS.
Sementara itu, Humas BPJS Kesehatan Batam, Maya, menegaskan proses kerja sama masih berlangsung.
“Kerja sama memang butuh proses. Saat ini masih berjalan,” katanya.***













