Daerah  

HPI Kota Batam Gelar Apel dan Tandatangani Pakta Integritas, Imbas Hebohnya Oknum Tour Guide Rebut Tamu Travel Agen

Batam, jendelakepri.com – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Batam menggelar apel bersama dan penandatanganan pakta integritas bersama ratusan pramuwisata, Rabu (7/1/2026). Hal ini dilakukan imbas hebohnya oknum tour guide yang diduga merebut tamu travel agent.

Apel bersama ini berlangsung di salah satu kafe di kawasan Mega Legenda 2, Batam Centre dan diikuti lebih dari separuh anggota HPI Batam. Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi internal di tengah persaingan ketat dunia pariwisata Batam.

Ketua DPC HPI Kota Batam, Lazuardi Pare, menegaskan bahwa apel dan penandatanganan pakta integritas ini bagian dari langkah berbenah diri serta komitmen bersama untuk menjaga profesionalisme pramuwisata. “Masalah kemarin menjadi pengalaman terakhir buat kami dan kami berbenah diri. Jangan sampai ada lagi pemberitaan ke depannya anggota HPI disebut merebut tamu agent tanpa konfirmasi,” kata Lazuardi.

Sementara itu, Ketua DPD HPI Kepri, Segara Arif mengaku malu dan kecewa atas munculnya isu tersebut. Menurutnya isu tersebut merusak nama baik asosiasi.

“Saya minta anggota HPI bekerja profesional. Jika diberi tugas oleh travel agent, lakukan dengan baik. Kalau ada keluhan tamu terhadap agent, jadilah penengah, bukan malah mengambil tamu agent tersebut,” ujarnya.

Segara juga menambahkan, jika terdapat persoalan internal antara travel agent dan pramuwisata, seharusnya dapat diselesaikan secara baik dan tidak mencoreng citra profesi pramuwisata. “Saya malu dengan munculnya isu anggota HPI merebut tamu travel agent,” tegasnya.

Terpisah, Dewan Kehormatan HPI Kepri, Fri Dahmi Subekti, yang juga mantan Ketua DPC HPI Batam, menilai bahwa secara tupoksi, pramuwisata wajib menjalankan itinerary yang telah ditetapkan travel agent hingga tuntas, tanpa memengaruhi tamu. Selain itu, menurutnya, antara asosiasi HPI dan asosiasi yang menaungi travel agent seharusnya saling bersikap profesional.

“Harusnya saling menghargai antara ASITA dan HPI. Kalau ada masalah, dibicarakan, bukan diblow up ke media,” harapnya.(Nay/JK)