Batam, jendelakepri.com – Pesta rakyat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kota Batam yang semula dijadwalkan berlangsung Sabtu malam, ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Keputusan ini disampaikan Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, Sabtu pagi tadi di panggung dataran Engku Putri, Batam Center.
“Rangkaian HUT Ke-80 RI yang puncaknya yang dikemas dalam Pesta Rakyat, dibatalkan dan ditunda untuk waktu yang belum bisa ditentukan,” kata Amsakar, Sabtu (30/08).
Menurut Amsakar yang juga kepala BP Batam tersebut, keputusan ini diambil bersama Forkopimda Kota Batam sebagai bentuk empati terhadap situasi nasional saat ini.
“Sebagaimana selalu saya sampaikan, harapan kami agar Batam tetap baik, aman dan kondusif dengan tekad menjadikan Batam rumah kita bersama,” sambungnya.
Meski demikian, ia menegaskan rangkaian bazar rakyat tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hanya saja, masyarakat diimbau tidak berbondong-bondong ke lapangan utama karena tidak ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan.
“Silakan bazar tetap berlanjut, tetapi di lapangan ini tidak ada acara. Kami bersama tim akan turun langsung meninjau,” tambahnya.
Untuk memastikan informasi ini tersampaikan dengan baik, Pemko Batam menurunkan personel Satpol PP dan Ditpam di lapangan. Amsakar juga meminta dukungan media agar pesan ini tersebar luas. Ia optimistis masyarakat Batam mampu menyikapi situasi dengan bijak.
“Kami percaya Batam tetap aman, kondusif, dan masyarakatnya cerdas. Terima kasih atas antusiasme masyarakat serta dukungan para stakeholder,” ucapnya.
Amsakar menegaskan bahwa penundaan ini hanya bersifat sementara. Seluruh rangkaian acara, termasuk pengundian doorprize, tetap akan dilaksanakan pada waktu yang akan ditentukan kemudian. (*)