Lingga, jendelakepri.com – Pekerjaan pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah (SR) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dabo Singkep Tahun Anggaran 2026 terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Agustus 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 49 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Kepala BPBPK Kepri, Rocky Adam, mengatakan proyek yang mulai dikontrak sejak Mei 2026 itu kini memasuki minggu ke-11 pelaksanaan. Sejumlah tahapan pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi persiapan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), pemasangan jaringan distribusi utama, pembangunan sambungan rumah (SR), hingga pemulihan kondisi lokasi pekerjaan.
“Kontrak sudah dimulai sejak Mei 2026. Saat ini pekerjaan memasuki minggu ke-11 dengan progres mencapai 49 persen,” ujar Rocky Adam, Rabu (5/8/2026).
Ia menegaskan, proyek tersebut bukan untuk mengganti jaringan pipa lama, melainkan memperluas layanan air bersih ke wilayah yang selama ini belum terjangkau sambungan rumah.
“Jaringan yang dibangun ini bukan penggantian pipa lama, tetapi perluasan jaringan ke wilayah yang selama ini belum memperoleh layanan air bersih,” jelasnya.
Dalam proyek ini, sebanyak 340 sambungan rumah akan dibangun di Kecamatan Singkep. Setelah jaringan selesai dipasang, proses penyambungan kepada pelanggan akan menjadi kewenangan PDAM Tirta Lingga sesuai mekanisme yang berlaku.
“Yang kami kerjakan adalah perluasan jaringan. Untuk penyambungan ke pelanggan nantinya menjadi kewenangan PDAM berdasarkan BNBA dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Selain proyek di Kecamatan Singkep, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga merencanakan pembangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di dua lokasi di Daik Lingga.
“Program tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan dan diharapkan dapat direalisasikan sebelum akhir tahun,” katanya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Lingga, Irfan Andaria, mengakui kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan saat ini masih perlu ditingkatkan. Karena itu, pihaknya berharap mendapat dukungan pembangunan instalasi pengolahan air berteknologi modern dari BPBPK Kepri guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Untuk kualitas air memang kami akui masih belum maksimal. Mudah-mudahan selain pembangunan jaringan ini, ke depan kami juga mendapatkan dukungan instalasi pengolahan air yang standar dan modern dari BPBPK Kepri agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Irfan.
Ia menambahkan, pelaksanaan proyek hingga saat ini berjalan lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat. Pihaknya berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga semakin banyak warga yang dapat menikmati layanan air bersih yang layak dan berkualitas. (Ton)













