Deprecated: Constant CloudLinux\SmartAdvice\App\E_STRICT is deprecated in /home/jena7962/public_html/wp-content/mu-plugins/cl-smart-advice/App/Debug.php on line 78

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/jena7962/public_html/wp-content/mu-plugins/cl-smart-advice/App/Debug.php:78) in /home/jena7962/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
Menteri KKP Archives - Jendela Kepri https://jendelakepri.com/tag/menteri-kkp/ Mudah dan Informatif Fri, 15 May 2026 09:49:24 +0000 en-US hourly 1 https://jendelakepri.com/wp-content/uploads/2023/12/cropped-20231213_113104_0000-1-100x75.png Menteri KKP Archives - Jendela Kepri https://jendelakepri.com/tag/menteri-kkp/ 32 32 Menteri KKP dan Gubernur Ansar Resmikan Pabrik Pengolahan Ikan https://jendelakepri.com/menteri-kkp-dan-gubernur-ansar-resmikan-pabrik-pengolahan-ikan/ Fri, 15 May 2026 01:44:57 +0000 https://jendelakepri.com/?p=9960 Bintan, jendelakepri.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Kepulauan...

The post Menteri KKP dan Gubernur Ansar Resmikan Pabrik Pengolahan Ikan appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Bintan, jendelakepri.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meresmikan pabrik pengolahan ikan PT Bintan Intan Gemilang (BIG) di Jalan Nusantara, Kijang, Kabupaten Bintan, Kamis (14/5).

Peresmian ini menjadi momentum penting dalam penguatan sektor hilirisasi perikanan di Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus mendukung program prioritas nasional di bidang kelautan dan perikanan.

Pabrik baru PT BIG tersebut berdiri di atas lahan seluas 3,4 hektare dan saat ini baru memfungsikan sekitar sepertiga dari total kawasan yang tersedia. Relokasi operasional dari pabrik lama telah dilakukan sejak enam bulan lalu, dengan lokasi baru yang dinilai lebih strategis karena hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pelabuhan kontainer.

Pada kesempatan itu, Menteri Trenggono menegaskan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini fokus menjalankan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai upaya memperkuat sektor hulu untuk mendorong hilirisasi perikanan nasional.

“Kalau Kampung Nelayan itu jadi, saya jamin kualitas produknya bagus. Itu UPI (Unit Pengolahan Ikan) bisa collect (menyerap).
Yang jadi soal sekarang ini bukan hilir kalau di perikanan, tapi soal adalah pembenahan hulunya belum beres. Maka dari itu ini pemerintah lagi membenahi sektor hulu melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.,” ujar Menteri Trenggono.

Ia juga meminta jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan di daerah agar aktif mendukung dan memaksimalkan program tersebut. Menurutnya, Kepri memiliki peluang besar untuk menjadi daerah unggulan sektor perikanan apabila mampu memanfaatkan program Kampung Nelayan Merah Putih secara optimal.

Menteri Trenggono turut menegaskan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada nelayan lokal. Ia menyampaikan arahan Presiden agar hasil tangkapan ikan lebih banyak dikuasai dan dimanfaatkan langsung oleh nelayan daerah.

“Nanti kapal yang dari Jawa itu, pengusaha-pengusaha itu saya stop semua. Yang hanya boleh mengambil langsung ini nelayan. Itu instruksi Presiden. Jadi kalau kita tidak bisa memanfaatkan peluang, maka peluang itu akan lewat. Kampung Nelayan ini peluang besar,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi atas hadirnya pabrik pengolahan ikan PT BIG yang dinilai akan memberikan dampak positif bagi penguatan ekonomi maritim Kepri serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan daerah.

Menurut Gubernur Ansar, keberadaan industri pengolahan perikanan yang terintegrasi dengan pelabuhan dan kawasan distribusi menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu daerah maritim dan sentra perikanan nasional.

“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tentu sangat menyambut baik investasi dan pengembangan industri pengolahan perikanan seperti ini. Kehadiran PT BIG akan membuka peluang penyerapan hasil tangkapan nelayan, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat rantai hilirisasi perikanan di Kepri,” ujar Gubernur.

Gubernur Ansar juga menegaskan komitmen Pemprov Kepri untuk mendukung penuh program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas pemerintah pusat, agar potensi perikanan di wilayah Kepulauan Riau dapat dikelola lebih optimal dan memberi manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

“Kepri memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Dengan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri, kita optimistis sektor ini akan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Ansar.

The post Menteri KKP dan Gubernur Ansar Resmikan Pabrik Pengolahan Ikan appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Menteri Kelautan dan Perikanan Luncurkan 2 Kapal Pengawas Berkecepatan Tinggi https://jendelakepri.com/menteri-kelautan-dan-perikanan-luncurkan-2-kapal-pengawas-berkecepatan-tinggi/ Thu, 28 Dec 2023 08:43:38 +0000 https://jendelakepri.com/?p=1109 BATAM, jendelakepri.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu...

The post Menteri Kelautan dan Perikanan Luncurkan 2 Kapal Pengawas Berkecepatan Tinggi appeared first on Jendela Kepri.

]]>
BATAM, jendelakepri.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono dalam peresmian dan peluncuran 2 (dua) unit Kapal Pengawas Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) di Galangan PT. Palindo Marine, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (28/12).

Kapal baru tersebut diberi nama KP. Barakuda 01 dan KP. Barakuda 02. Keduanya memiliki kecepatan tinggi mencapai 30 knots atau 55,6 Km/Jam. Kedua kapal tersebut rencananya akan ditempatkan untuk pengawasan pada Zona 1 dan Zona 3 Penangkapan Ikan Terukur (PIT).

Dalam sambutannya Menteri Trenggono menyampaikan kehadiran dua unit kapal ini merupakan bukti komitmen KKP dalam peningkatan armada pengawasan untuk mengawal kebijakan Ekonomi Biru, khususnya kebijakan penangkapan ikan terukur.

“Hari ini, dihadapan kita telah bersandar 2 (dua) unit Kapal Pengawas Kelautan dan Perikanan KP. Barakuda 01 dan Barakuda 02 yang akan memperkuat armada kapal pengawas kelautan dan perikanan Ditjen PSDKP. Saya minta kedua kapal untuk ditempatkan di Zona 1 dan Zona 3 PIT”, ungkap Trenggono.

Trenggono turut menyampaikan apresiasinya kepada PT. Palindo Marine, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Biro Klasifikasi Indonesia serta instansi lainnya yang terlibat dalam penyelesaian pembangunan dua unit kapal tersebut sehingga kedua kapal dapat terselesaikan secara akuntabel dan tepat waktu.

“Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Ditjen PSDKP, PT. Palindo Marine, beserta instansi lainnya atas dedikasi, kerja keras dan sinergitasnya dalam penyelesaian dan pendampingan pembangunan kapal pengawas ini. Kerja sama ini menegaskan komitmen dan dukungan dari semua pihak untuk menggunakan produk dalam negeri dalam membelanjakan APBN di KKP”, ujar Trenggono.

Trenggono menjabarkan bahwa kapal karya anak bangsa ini dinamakan BARAKUDA sebagai gambaran gagahnya kapal pengawas berkecepatan tinggi yang mampu melakukan manuver lincah untuk memerangi IUU Fishing dan Destructive Fishing. Layaknya ikan BARAKUDA yang mudah menangkap mangsanya karena lincah, cepat serta memiliki rahang yang kuat untuk melumpuhkan mangsa.

Sementara itu Gubernur Ansar di sela-sela acara mengatakan kapal hasil produksi anak negeri di Galangan PT. Palindo Marine, Batam ini tentu saja menambah kebanggaan Kepri sebagai tuan rumah dalam memproduksi Kapal Pengawas ini di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Melalui kehadiran Kapal Barakuda 1 dan 2 ini, diharapkan dapat memperkuat armada pengawasan perikanan di Laut Natuna Utara, yakni Zona I. Tentu saja hal ini merupakan salah satu penguatan dalam Upaya penerapan program Ekonomi Biru di Kepulauan Riau” ujarnya.

Terkait spesifikasi dan teknologi terbaru yang dimiliki KP. Barakuda 01 dan 02, Direktur Jenderal PSDKP, Laksda TNI Adin Nurawaluddin, menjelaskan bahwa 2 unit kapal dengan panjang 50 meter (Kelas II) ini merupakan kapal pengawas pertama KKP yang telah dilengkapi dengan teknologi Fin Stabilizer untuk mendukung manuver dan kestabilan kapal serta interceptor untuk mendukung efisiensi kerja mesin dan daya dorong kapal.

Di samping itu, kedua kapal tersebut juga telah dilengkapi dengan Water Canon untuk melumpuhkan kapal ilegal serta rope cutter untuk memotong tali atau jaring yang membelit propeller pada saat melakukan pengejaran kapal ilegal.

“Modus operandi yang sering ditemui petugas di lapangan adalah pelaku dengan sengaja menjatuhkan jaring saat dikejar untuk merusak propeller kapal pengawas. Maka, pada KP. Barakuda 01 dan 02 ini telah kami lengkapi dengan rope cutter”, terang Adin.

Adin menambahkan bahwa KP. Barakuda 01 dan 02 juga telah dilengkapi sistem peluncur sea rider agar mempercepat naik turun speedboat ke atas air, pandangan ruang kemudi 360 derajat, serta towing hook untuk menarik kapal ilegal yang telah dilumpuhkan.

Dengan bertambahnya 2 (dua) unit Kapal Pengawas Kelautan dan Perikanan, maka KKP saat ini telah memiliki 34 unit kapal, yang terdiri dari 6 unit kapal Kelas I (Orca 01-06), 5 unit kapal Kelas II (Hiu Macan Tutul 01-02, Paus, dan Barakuda 01-02), 12 unit kapal Kelas III (Hiu 11-17, Hiu Macan 01, Hiu Macan 03-06), 10 unit kapal Kelas IV (Hiu 01-10), dan 1 unit kapal Kelas V (Akar Bahar). (***)

The post Menteri Kelautan dan Perikanan Luncurkan 2 Kapal Pengawas Berkecepatan Tinggi appeared first on Jendela Kepri.

]]>