The post Menteri Pendidikan Serahkan Bantuan Revitalisasi Sekolah di Batam appeared first on Jendela Kepri.
]]>Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, yang menyampaikan bahwa lingkungan sekolah yang baik akan berpengaruh besar terhadap kualitas belajar para siswa.
Dalam sambutannya, Nyanyang mengatakan program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan diharapkan mampu menjadikan seluruh satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau sebagai tempat belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa.
“Dengan fasilitas yang dibangun seperti ruang kelas, ruang praktik siswa, ruang kepala sekolah, ruang pimpinan, ruang OSIS, hingga fasilitas penunjang lainnya, kita berharap murid dapat belajar dengan aman, nyaman, dan bahagia,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga serta merawat fasilitas pendidikan yang telah dibangun pemerintah.
“Sekaligus kita ajarkan anak-anak untuk ikut bertanggung jawab merawat sekolahnya dengan baik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Nyanyang turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kepulauan Riau, termasuk Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru Penggerak (BGP), Balai Bahasa, serta jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.
Menurutnya, sinergi tersebut membuahkan hasil positif terhadap capaian pendidikan di Kepri sepanjang tahun 2025.
Ia menyebut indeks pembangunan manusia (IPM) Provinsi Kepulauan Riau mengalami peningkatan dari 79,89 menjadi 80,53 poin atau naik sekitar 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, Kepri juga mencatat prestasi nasional dalam sejumlah bidang pendidikan, di antaranya capaian literasi Bahasa Indonesia dan Matematika yang masuk peringkat terbaik tingkat nasional.
Dalam pemaparannya, Nyanyang menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Provinsi Kepulauan Riau memperoleh alokasi anggaran revitalisasi pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB dengan total mencapai Rp59,16 miliar.
Untuk jenjang SMA, program tersebut mencakup pembangunan unit sekolah baru, revitalisasi, dan rehabilitasi sejumlah sekolah di Batam dan kabupaten/kota lainnya dengan total anggaran lebih dari Rp33,5 miliar.
Sementara untuk jenjang SMK, bantuan revitalisasi dan rehabilitasi diberikan kepada sejumlah sekolah negeri maupun swasta di Batam, Karimun, Natuna, hingga wilayah kepulauan lainnya dengan total anggaran sekitar Rp24,89 miliar.
Adapun untuk SLB, program rehabilitasi dialokasikan kepada SLBN 1 Tanjungpinang dengan anggaran sekitar Rp754 juta.
Wagub Nyanyang berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan pembangunan dan bantuan fasilitas pendidikan bagi sekolah-sekolah di Kepulauan Riau, khususnya untuk peningkatan sarana praktik siswa SMK guna mendukung kompetensi lulusan.
“Masih banyak kekurangan terutama peralatan praktik siswa untuk meningkatkan kompetensi. Mudah-mudahan ke depan mendapat perhatian dan bantuan lebih lanjut dari pemerintah pusat,” tutupnya.
The post Menteri Pendidikan Serahkan Bantuan Revitalisasi Sekolah di Batam appeared first on Jendela Kepri.
]]>The post Gubernur Ansar dijadwalkan Salat Idul Fitri di Tanjungriau Batam appeared first on Jendela Kepri.
]]>Gubernur Kepri Ansar Ahmad dijadwalkan hadir melaksanakan salat ied mengusung tema: “Idul Fitri Memperkokoh Persaudaraan” ini.
“Gubernur akan bertindak sebagai khatib. Sedangkan salat akan dipimpim oleh Ustadz Muhammad Salim,” terang Hendri Kurniadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri, Kamis (19/3/2026).
Sedangkan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura dijadwalkan akan melaksanakan salat ied di lokasi berbeda.
Dalam kesempatan ini, Hendri mewakili Pemerintah Provinsi Kepri mengajak umat Islam, khususnya yang berdomisili di Kota Batam dan daerah sekitar untuk dapat hadir dan meramaikannya.
Adapun rangkaian salat Idul Fitri nantinya akan dimulai pukul 07.00 WIB.
“Untuk mengenai kepastian hari pelaksanaan masih menunggu keputusan sidang isbat Idul Fitri 2026 yang digelar hari ini,” pungkas Hendri lagi.
Selain itu Hendri juga mengajak masyarakat Kepulauan Riau untuk menghadiri halalbihalal bersama Gubernur dan Wakil Gubernur dalam kegiatan gelar griya (open house) dilaksanakan Pemprov Kepri.
Gelar griya akan dilaksanakan di hari kedua Idul Fitri yang dilaksanakan di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang.
“Gubernur dan Wakil Gubernur dijadwalkan hadir langsung untuk bersilaturahmi bersama masyarakat,” ungkap Hendri.
Kendati demikian, halalbihalal bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri ini akan dibatasi hanya mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB.
“Ini karena menyesuaikan imbauan dari Menteri Dalam Negeri untuk mengurangi kegiatan seremonial halalbihalal dan open house,” terang Hendri Kurniadi.
Dalam Surat Edaran Nomor 400.6/3245/SJ, Menteri Dalam Negeri RI mengeluarkan imbauan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk mengurangi kegiatan seremonial halalbihalal dan open house dalam menyambut hari raya ldulfitri 1447 H.
Surat edaran tertanggal 17 Maret 2026 tersebut, Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengimbau seluruh kepala daerah untuk mengutamakan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, antara lain melalui pemberian santunan,kegiatan sosial dan kegiatan produktif lainnya. (Par)
The post Gubernur Ansar dijadwalkan Salat Idul Fitri di Tanjungriau Batam appeared first on Jendela Kepri.
]]>The post Wagub Nyanyang Lantik Anggota KPID Kepri Periode 2025–2028 appeared first on Jendela Kepri.
]]>Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 1082 Tahun 2025. Adapun tujuh anggota KPID Kepri yang resmi dilantik adalah Ramon Domora, Tito Suwarno, Henky Mohari, Indra Isputranto, Ahmad Dani, Bambang Sumitro, dan Walter Panjaitan.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Nyanyang menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh komisioner KPID Kepri yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi publik dan kedaulatan penyiaran di wilayah Kepulauan Riau.
“Saudara-saudara adalah putra-putri terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat. Pelantikan ini menandai dimulainya tugas mulia untuk memastikan lembaga penyiaran di Provinsi Kepulauan Riau berjalan sesuai peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai budaya bangsa,” ujar Wagub Nyanyang.
Lebih lanjut, Wagub Nyanyang menyoroti tantangan unik yang dihadapi Kepri sebagai provinsi kepulauan yang memiliki lebih dari 2.000 pulau dan berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Posisi strategis ini, katanya, membuat Kepri menjadi wilayah yang rentan terhadap masuknya siaran asing, baik melalui media konvensional maupun digital. Menurutnya, kondisi ini menuntut perhatian dan kreativitas lebih dari KPID Kepri agar informasi yang diterima masyarakat tidak didominasi oleh konten yang bertentangan dengan jati diri bangsa.
“Kepri tidak hanya membutuhkan pengawasan penyiaran, tetapi juga inovasi strategis agar informasi yang diterima masyarakat tidak didominasi oleh konten yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. KPID harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan informasi dan memperkuat karakter bangsa melalui penyiaran yang sehat,” tegasnya.
Wagub Nyanyang juga menekankan pentingnya penguatan konten lokal yang mengangkat potensi maritim, budaya Melayu, pariwisata, dan kearifan lokal Kepri. Ia berharap KPID dapat mendorong lembaga penyiaran untuk menghasilkan program-program yang inspiratif, edukatif, serta memberi ruang bagi promosi produk unggulan UMKM daerah. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dan penyiaran bagi masyarakat di pulau-pulau terluar, agar mereka mampu memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks.
“Penyiaran di Kepri bukan hanya soal hiburan, tetapi juga tentang kedaulatan informasi dan jati diri bangsa. Saya ingin KPID Kepri berperan aktif mengedukasi masyarakat, terutama di wilayah perbatasan, agar mereka bisa mendapatkan akses informasi yang adil, merata, dan berkualitas,” lanjutnya.
Mengakhiri sambutannya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri menaruh harapan besar kepada jajaran KPID yang baru untuk menghadirkan inovasi segar dalam pengawasan dan edukasi penyiaran. Ia meminta agar seluruh komisioner bekerja secara kolektif, berkoordinasi erat dengan semua pemangku kepentingan, dan menjadikan sumpah jabatan sebagai pedoman moral dalam menjalankan tugas.
“Jadilah KPID yang kreatif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika daerah perbatasan. Bekerjalah dengan integritas dan kolaborasi, sehingga lembaga ini benar-benar menjadi jembatan efektif antara masyarakat, pemerintah, dan dunia penyiaran,” tutup Wagub Nyanyang. (*)
The post Wagub Nyanyang Lantik Anggota KPID Kepri Periode 2025–2028 appeared first on Jendela Kepri.
]]>