Batam  

Batam Perkuat Talenta Muda di Industri Animasi 3D

Batam, jendelakepri.com – Kota Batam terus mendorong pengembangan sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif, khususnya industri animasi digital yang semakin berkembang. Salah satu langkah yang dilakukan melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Skema Animator 3D Junior yang mulai dilaksanakan pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Program ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan animasi tiga dimensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan daya saing mereka untuk memasuki dunia kerja kreatif digital.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif (Pusbang SDM Ekraf), Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, dengan dukungan Pemerintah Kota Batam.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Batam, Yusfa Hendri, menyambut baik pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi tersebut. Ia menilai, Batam memiliki potensi generasi muda yang perlu terus didukung melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi agar mampu memanfaatkan peluang di industri kreatif digital.

“Batam memiliki potensi anak muda yang luar biasa dan letak geografis yang strategis. Dengan pembekalan keterampilan digital seperti animasi 3D, kami optimistis talenta lokal mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Yusfa Hendri.

Menurutnya, pengembangan keterampilan digital menjadi salah satu langkah penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan kebutuhan industri yang semakin mengandalkan kreativitas dan penguasaan teknologi.

Pelatihan Animator 3D Junior dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam menghasilkan karya animasi tiga dimensi sesuai kompetensi yang dibutuhkan industri.

Melalui pembelajaran berbasis kompetensi, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk industri film, gim, dan berbagai produk digital lainnya.

Selain pelatihan, sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam program ini. Sertifikasi diharapkan dapat memberikan pengakuan terhadap kemampuan peserta berdasarkan standar dan skema kompetensi yang diujikan.

Dengan bekal keterampilan dan sertifikasi tersebut, para peserta diharapkan memiliki kesiapan lebih baik untuk memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha kreatif, maupun membangun karier sebagai animator profesional.

Penguatan kompetensi ini juga menjadi penting seiring terbukanya peluang di industri animasi digital. Kebutuhan terhadap tenaga kreatif yang mampu menghasilkan konten visual berkualitas menjadi salah satu peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menciptakan lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif.

Pengembangan talenta animasi di Batam turut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui program Aktivasi Creative Hub.

Program ini diharapkan dapat menghadirkan ruang pengembangan kapasitas, memperluas kesempatan belajar, serta mendorong kolaborasi antarpelaku ekonomi kreatif di daerah.

Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati, turut meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dalam kunjungannya, Dessy melihat fasilitas pelatihan, memantau proses pembelajaran, serta berdialog dengan peserta dan instruktur untuk mengetahui pelaksanaan program di lapangan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memantau pelaksanaan program pengembangan sumber daya manusia ekonomi kreatif agar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi peserta.

“Batam diharapkan mampu memperkuat kapasitas talenta lokal sekaligus memperluas peluang generasi muda untuk terlibat dalam industri kreatif digital,” harap Dessy.

Upaya ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing, sehingga talenta muda Batam tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil peran dalam perkembangan industri animasi di tingkat nasional maupun global.