Jendelakepri.com: Southeast Asia Basketball Association (SEABA) U17 3×3 Championship 2026 di Batam, Kepulauan Riau, menjadi ajang bagi talenta muda bola basket dari sejumlah negara Asia Tenggara untuk menguji kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding di level regional.
Kejuaraan yang berlangsung di HI Test Arena Batam pada 19-20 September 2026 itu diikuti pemain kelompok usia di bawah 17 tahun dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Ketua Umum Perbasi Kepulauan Riau Suhadi mengatakan kompetisi tersebut memiliki peran penting dalam pembinaan atlet muda, khususnya pada nomor 3×3 yang berkembang di kawasan Asia Tenggara.
“Ini memang kejuaraan Under 16-17 dalam rangka pembinaan 3×3 di tingkat ASEAN. Akan dilaksanakan setiap tahun. Tahun lalu dilaksanakan di Singapura dan sekarang dilaksanakan di Indonesia,” kata Suhadi.
Menurut dia, kejuaraan internasional kelompok usia memberikan kesempatan kepada atlet muda untuk memperoleh pengalaman menghadapi pemain dari negara lain yang tidak didapatkan dalam kompetisi lokal.
Selain itu, penyelenggaraan SEABA U17 3×3 di Batam juga menjadi peluang bagi pemain daerah untuk menunjukkan kemampuan dan membuka jalan menuju tim nasional.
Suhadi menyebutkan tiga pemain asal Batam sebelumnya telah mengikuti seleksi tim nasional U17 di Jakarta. Meskipun belum masuk skuad utama, keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda daerah.
“Semoga pada kesempatan yang akan datang anak-anak dari Batam juga bisa lolos di tim nasional,” ujar dia.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Perbasi Rezki Wirmandi mengatakan pihaknya berharap kejuaraan di Batam tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan hasil bagi tim Indonesia.
“Targetnya memang putra-putri harus juara karena kita tuan rumah. Jadi harapan kami dari DPP Perbasi, acara sukses sebagai tuan rumah dan juga sukses dari sisi prestasi,” kata Rezki.
Ia mengatakan penyelenggaraan SEABA U17 3×3 sekaligus menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menguji kemampuan pemain muda dalam persaingan internasional.
Sementara itu, Ketua Perbasi Kota Batam Junico menyampaikan kehadiran peserta dari sejumlah negara ASEAN memberikan kesempatan bagi masyarakat, khususnya pencinta bola basket, untuk melihat langsung persaingan pemain kelompok usia di tingkat regional.
Perbasi Kepri dan Perbasi Kota Batam, kata dia, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, sponsor, federasi, dan sejumlah pihak terkait untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kejuaraan.
“Dukungan datang dari banyak stakeholder, terutama pemerintah kota, sponsor, federasi dan pihak lainnya,” pungkas Junico.













