Batam, jendelakepri.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan bahwa setiap investasi yang masuk ke proyek Rempang Eco-City harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Penegasan tersebut disampaikan Amsakar saat menerima kunjungan kerja dan audiensi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (13/5/2026). Kunjungan itu dilakukan dalam rangka penelitian dan wawancara terkait studi kasus proyek Rempang Eco-City, terutama mengenai investasi Green Belt and Road Initiative (BRI) asal Tiongkok.
Dalam sesi wawancara yang membahas Energi Baru dan Terbarukan (EBT), Amsakar menjelaskan bahwa Batam memiliki karakteristik dan daya tarik investasi yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia. Keunggulan tersebut didukung oleh posisi geografis Batam yang strategis serta adanya regulasi khusus yang menjadi fondasi pengembangan kawasan industri dan investasi.
Ia juga memaparkan sejarah perkembangan Batam sebagai kawasan strategis nasional yang sejak awal dirancang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, perhatian Pemerintah Pusat terhadap Batam terus meningkat melalui berbagai kebijakan strategis untuk mempercepat pembangunan dan mendorong daya saing daerah.
“Batam memiliki independensi dalam menentukan arah investasi, namun tetap selaras dengan kebijakan Pemerintah Pusat. Kami sangat konsen terhadap transisi energi hijau,” ujar Amsakar.
Terkait masuknya investasi asing, khususnya pada proyek Rempang Eco-City, Amsakar menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi kepentingan masyarakat. Ia meminta seluruh investor yang menanamkan modal di Batam agar memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan pembangunan ekonomi daerah.
“Kami menekankan kepada para investor untuk merangkul dan merekrut tenaga kerja lokal. Kehadiran investasi harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Batam,” tegasnya.
Amsakar juga menyambut positif inisiatif BRIN dalam mendalami dinamika investasi di Rempang. Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat melahirkan rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi Pemerintah Kota Batam dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami sangat terbuka menerima masukan. Jika penelitian ini menghasilkan usulan atau rekomendasi mengenai langkah-langkah yang perlu diambil, tentu akan sangat membantu dalam menyempurnakan kebijakan demi kemajuan Batam,” tutupnya.













