Batam, jendelakepri.com – Bentrokan terjadi di salah satu lokasi lahan di Setokok, Barelang, Batam, Senin (14/9/2026) sore. Bentrokan berdarah yang diduga dipicu permasalahan lahan ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 7 orang mengalami luka-luka.
Kejadian bentrokan ini bermula dari sekitar 100 orang lebih dari PT Sat Bangun Sukses mendatangi lokasi lahan untuk membongkar pagar yang telah didirikan oleh pihak PT MIG Perkasa Industri. Namun, setibanya di lokasi, didapati lebih dari 200 orang telah menduduki lokasi dengan membawa senjata tajam dan senapan angin.
“Kami ke sana sekitar pukul 14.30 wib untuk membongkar pagar yang dibuat oleh pihak PT MIG (Perkasa Industri) di dalam area lahan kami atas instruksi dari perusahaan. Tapi setibanya di sana, kami langsung diserang. Mereka cukup ramai, lebih dari 200 orang dan membawa senjata tajam seperti tombak dan juga ada yang membawa senapan angin,” ujar Guntur, selaku Humas PT Sat Bangun Sukses.
Bentrokan tidak dapat terelakkan lagi. Akibatnya, dua orang meninggal dunia akibat tusukan senjata tajam di bagian dada dan perut. Korban meninggal dunia diketahui yakni Martinus Mangge (55) dan Heribertus Goda (43).
“Setelah kejadian kami langsung larikan korban ke RS Graha Hermin, tapi setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat tertolong. Kami sangat menyesalkan kejadian ini,” ucap Guntur lagi.
Tidak hanya dua korban meninggal dunia, lanjut Guntur, terdapat 5 orang korban lainnya yang mengalami luka-luka, yakni Stenly, Rusli, Komarudin, Uda, Sebastian dan Robert. Mereka mengalami beberapa luka akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuh hingga harus mendapatkan perawatan intensif.
Hingga berita ini ditulis, dua korban meninggal dunia masih menjalani identifikasi di instalansi forensik RS Bhayangkara, Batu Besar, Nongsa. Tampak beberapa anggota keluarga korban menunggu di depan pintu sembari menangis merapati kepergian kedua korban. (AL)













