Breaking News
๐๐š๐ฐ๐š๐ข ๐“๐š’๐š๐ซ๐ฎ๐Ÿ ๐Œ๐“๐๐‡ ๐— ๐Š๐ž๐ฉ๐ซ๐ข ๐๐ž๐ซ๐ฅ๐š๐ง๐ ๐ฌ๐ฎ๐ง๐  ๐Œ๐ž๐ซ๐ข๐š๐ก ๐‡๐š๐ฅ๐š๐ฅ ๐๐ข๐ก๐š๐ฅ๐š๐ฅ ๐Š๐ž๐œ๐š๐ฆ๐š๐ญ๐š๐ง ๐‹๐ฎ๐›๐ฎ๐ค๐›๐š๐ฃ๐š, ๐‰๐ž๐Ÿ๐ซ๐ข๐๐ข๐ง: ๐Œ๐ž๐ง๐ฃ๐š๐ฅ๐ข๐ง ๐’๐ข๐ฅ๐š๐ญ๐ฎ๐ซ๐š๐ก๐ฆ๐ข ๐๐š๐ง ๐Œ๐ž๐ง๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ง๐  ๐๐ž๐ฆ๐›๐š๐ง๐ ๐ฎ๐ง๐š๐ง ๐๐š๐ญ๐š๐ฆ ๐Œ๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐“๐šโ€™๐š๐ซ๐ฎ๐Ÿ ๐Œ๐“๐๐‡ ๐— ๐Š๐ž๐ฉ๐ซ๐ข, ๐–๐š๐ฅ๐ข ๐Š๐จ๐ญ๐š ๐‘๐ฎ๐๐ข ๐‰๐š๐๐ข๐ค๐š๐ง ๐๐š๐ญ๐š๐ฆ ๐“๐ฎ๐š๐ง ๐‘๐ฎ๐ฆ๐š๐ก ๐“๐ž๐ซ๐›๐š๐ข๐ค ๐‘๐ฎ๐๐ข-๐Œ๐š๐ซ๐ฅ๐ข๐ง ๐€๐ฃ๐š๐ค ๐–๐š๐ซ๐ ๐š ๐Š๐จ๐ฆ๐ฉ๐š๐ค ๐Œ๐ž๐ฆ๐›๐š๐ง๐ ๐ฎ๐ง ๐๐š๐ญ๐š๐ฆ ๐๐š๐ง ๐Š๐ž๐ฉ๐ซ๐ข ๐Œ๐ž๐ฅ๐ž๐ฉ๐š๐ฌ ๐Š๐š๐Ÿ๐ข๐ฅ๐š๐ก ๐Š๐จ๐ญ๐š ๐๐š๐ญ๐š๐ฆ, ๐‘๐ฎ๐๐ข ๐‡๐š๐ซ๐š๐ฉ ๐๐š๐ญ๐š๐ฆ ๐Š๐ž๐ฆ๐›๐š๐ฅ๐ข ๐‘๐š๐ข๐ก ๐‰๐ฎ๐š๐ซ๐š ๐”๐ฆ๐ฎ๐ฆ ๐๐š๐๐š ๐Œ๐“๐๐‡ ๐— ๐“๐ข๐ง๐ ๐ค๐š๐ญ ๐๐ซ๐จ๐ฏ๐ข๐ง๐ฌ๐ข ๐Š๐ž๐ฉ๐ซ๐ข

Polda Kepri Bekuk Sindikat Uang Palsu Rp. 45 Miliar

Polda Kepri Ungkap Sindikat Uang Palsu Senilai 45 Miliar.

Batam, jendelakepri.com – Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengungkap kasus peredaranย uang palsu berupa uang dolar Singapuraย di Batam. Dari Pengungkapan tersebut polisi juga berhasil menangkap empat orang tersangka.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyebutkan, kasus ini bermula pada bulan September 2023 lalu, berkat laporan dari salah seorang teman korban yang ditangkap polisi Singapura.

“Barang bukti kami amankan ada 390 lembar, uang pecahan 10.000 dolar Singapura. Apabila di kurs kan ke rupiah pada saat ini, jumlahnya sekitar Rp45 miliar,” jelasnya, Rabu (31/1/2024).

Dirkrimum Polda Kepri Kombes Pol Adip Rojikan menjelaskan, kronologis kejadian bermula pada tanggal 17 September 2023. Yang mana tersangka bernama Burhanudin dari Pekanbaru pergi ke Batam, ia menawarkan kepada pelapor bernama Eka Anggi, untuk menukarkan uang pecahan 10.000 dolar Singapura sebanyak 10 lembar di Batam.

“Burhanudin dan Eka ini berteman. Dia meyakinkan Eka ini bahwa uang tersebut asli dan merupakan keluaran lama. Bila berhasil dijual, maka Eka dijanjikan akan mendapat pembagian sebanyak 30 persen. Dia juga meyakinkan bahwa masih ada 390 lembar lagi yang akan dibawa ke Batam,” kata dia.

Karena masih tidak percaya, Eka menyuruh temannya untuk menukarkan sebanyak 2 lembar uang tersebut ke money changer yang ada di Batam. akan tetapi penukaran itu ditolak karena uang pecahan 10.000 dolar Singapura itu hanya bisa ditukarkan di negara asal.

“Karena alasan tersebut, maka korban pergi ke Singapura untuk menukarkan uang ย itu namun, tidak bisa untuk dibuat transaksi karena palsu. Akibatnya, teman Eka ini ditahan oleh Kepolisian Singapura. dia pun menghubungi Eka untuk membantu memproses pidananya disana,” katanya.

Mendapat kabar tersebut, barulah Eka melaporkan kejadian tersebut ke Ditreskrimum Polda Kepri. Dari hasil penyelidikan kata Adip, pihaknya menangkap Burhanudin di Pekanbaru pada 15 November 2023. Kemudian dari hasil pemeriksaan Burhanudin, polisi kembali menangkap Ahmad di Bogor.

“Dari Ahmad kami kembangkan lagi, dan berhasil ditangkap Muhammad Yasir di Pekanbaru. Yang terakhir, kami berhasil menangkap otak dari kasus ini yakni Chiong di Purworejo,” katanya.

Sedangkan barang bukti uang dolar Singapura sebanyak 390 lembar itu, didapat dan dikumpulkan dari seluruh orang tersangka yang ditangkap.