Deprecated: Constant CloudLinux\SmartAdvice\App\E_STRICT is deprecated in /home/jena7962/public_html/wp-content/mu-plugins/cl-smart-advice/App/Debug.php on line 78

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/jena7962/public_html/wp-content/mu-plugins/cl-smart-advice/App/Debug.php:78) in /home/jena7962/public_html/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
Lingga Archives - Jendela Kepri https://jendelakepri.com/tag/lingga/ Mudah dan Informatif Wed, 23 Sep 2026 05:09:08 +0000 en-US hourly 1 https://jendelakepri.com/wp-content/uploads/2023/12/cropped-20231213_113104_0000-1-100x75.png Lingga Archives - Jendela Kepri https://jendelakepri.com/tag/lingga/ 32 32 Polresta Barelang Ungkap Jaringan Curanmor Batam, 40 Motor Hasil Curian Disita https://jendelakepri.com/polresta-barelang-ungkap-jaringan-curanmor-batam-40-motor-hasil-curian-disita/ Tue, 22 Sep 2026 09:06:49 +0000 https://jendelakepri.com/?p=10977 Batam, Jendelakepri.com – Polresta Barelang berhasil mengamankan 40 sepeda motor hasil curian di Kota Batam,...

The post Polresta Barelang Ungkap Jaringan Curanmor Batam, 40 Motor Hasil Curian Disita appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Batam, Jendelakepri.com – Polresta Barelang berhasil mengamankan 40 sepeda motor hasil curian di Kota Batam, Kepulauan Riau. Seluruh barang hasil curian tersebut dijual ke Kabupaten Lingga dan Bintan melalui Pelabuhan Telaga Punggur menggunakan kapal Roro.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan, para tersangka memiliki peran berbeda mulai dari pelaku pencurian hingga perantara penjualan dan penadah. Pihaknya juga mendalami asal-usul sekitar 20 sepeda motor lainnya yang belum diketahui pemiliknya.

“Kami berhasil melakukan pengungkapan kasus curanmor dengan jumlah tersangka empat orang. Peran mereka ada yang sebagai pemetik, kemudian sebagai perantara penjualan maupun penadah,” ujar Anggoro, Selasa (22/09/2026).

Anggoro menyebut perkara tersebut mengarah pada jaringan curanmor antarkota dan kabupaten yang memanfaatkan transportasi laut untuk mengirimkan kendaraan hasil kejahatan. Salah satu pelaku utama juga diketahui merupakan residivis dalam perkara pencurian sepeda motor sebelumnya.

“Ini bisa dikatakan jaringan curanmor antarkota kabupaten dan pelaku utamanya juga seorang residivis dalam perkara curanmor sebelumnya,” katanya.

Menurut Anggoro, para pelaku menyasar sepeda motor yang diparkir di depan rumah maupun lokasi tertentu sebelum menjualnya kepada pihak lain. Harga kendaraan hasil curian tersebut berkisar antara Rp3 juta hingga Rp12 juta tergantung jenis dan kondisi sepeda motor.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Agung Tri Poerbowo menjelaskan, pengungkapan bermula dari laporan kehilangan sepeda motor di wilayah Bengkong dan Batu Aji, Kota Batam. Laporan pertama berkaitan dengan Honda Beat tahun 2025 yang hilang di depan rumah korban di Bengkong pada Selasa (25/08) sekitar pukul 22:00 WIB.

Korban sebelumnya mengunci stang sepeda motor sebelum masuk ke rumah, tetapi sekitar satu jam kemudian kendaraan tersebut sudah tidak berada di lokasi parkir. Sementara itu, laporan kedua terjadi di Batu Aji pada Rabu (01/09) sekitar pukul 16.00 WIB ketika Honda Beat tahun 2024 bernomor polisi BP 6534 G milik korban hilang dari depan rumah.

“Korban baru mengetahui sepeda motornya hilang sekitar pukul 16:30 WIB saat rekannya hendak meminjam kendaraan tersebut,” katanya.

Penyelidikan terhadap kedua laporan tersebut dilakukan tim gabungan Opsnal Polsek Sei Beduk dan polsek terkait hingga mengamankan PE dan RA pada Rabu (02/09) sekitar pukul 15:30 WIB di area parkir Pelabuhan Domestik Telaga Punggur.

Dari hasil interogasi, polisi memperoleh informasi mengenai dugaan keterlibatan RH RN, dan Coki alias BN dalam pencurian kendaraan. Kemudian polisi mengamankan RN dan RH pada Kamis (03/09) bersama satu kunci letter T dan empat anak kunci.

Pengembangan perkara selanjutnya menghasilkan penyitaan 22 sepeda motor di kawasan Bintan Inti Industrial Estate pada Jumat (04/09), dua unit di Jalan Pramuka Kecamatan Ngenang pada Rabu (09/09), serta 12 unit di Pulau Daik, Kabupaten Lingga pada Kamis (10/09). Polisi juga masih mengidentifikasi kepemilikan kendaraan yang diamankan, termasuk sepeda motor yang diduga telah disalurkan kepada pihak penadah.

“Modus operandi para pelaku dilakukan dengan cara merusak kunci kontak kendaraan menggunakan kunci letter T. Sementara pelaku lainnya bertugas mengawasi situasi sekitar dan mengawal kendaraan tersebut,” katanya.

Sepeda motor hasil pencurian kemudian dibawa ke tempat tertentu untuk disembunyikan, termasuk dengan mengganti atau memasang pelat nomor palsu. Kendaraan tersebut diduga diserahkan kepada PE, DD alias Tokyo (DPO), dan Bonro (DPO) untuk didistribusikan melalui jalur laut ke Lingga dan Bintan.

Atas perbuatannya, empat tersangka berinisial RH, RN, PE, dan R dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f dan g juncto Pasal 591 huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

The post Polresta Barelang Ungkap Jaringan Curanmor Batam, 40 Motor Hasil Curian Disita appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Progres Proyek Jaringan Air Minum Dabo Singkep Capai 49 Persen, Ditargetkan Rampung Desember 2026 https://jendelakepri.com/progres-proyek-jaringan-air-minum-dabo-singkep-capai-49-persen-ditargetkan-rampung-desember-2026/ Wed, 05 Aug 2026 08:25:35 +0000 https://jendelakepri.com/?p=10545 Lingga, jendelakepri.com – Pekerjaan pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah (SR) Sistem Penyediaan Air Minum...

The post Progres Proyek Jaringan Air Minum Dabo Singkep Capai 49 Persen, Ditargetkan Rampung Desember 2026 appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Lingga, jendelakepri.com – Pekerjaan pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah (SR) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dabo Singkep Tahun Anggaran 2026 terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Agustus 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 49 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Kepala BPBPK Kepri, Rocky Adam, mengatakan proyek yang mulai dikontrak sejak Mei 2026 itu kini memasuki minggu ke-11 pelaksanaan. Sejumlah tahapan pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi persiapan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), pemasangan jaringan distribusi utama, pembangunan sambungan rumah (SR), hingga pemulihan kondisi lokasi pekerjaan.

“Kontrak sudah dimulai sejak Mei 2026. Saat ini pekerjaan memasuki minggu ke-11 dengan progres mencapai 49 persen,” ujar Rocky Adam, Rabu (5/8/2026).

Ia menegaskan, proyek tersebut bukan untuk mengganti jaringan pipa lama, melainkan memperluas layanan air bersih ke wilayah yang selama ini belum terjangkau sambungan rumah.

“Jaringan yang dibangun ini bukan penggantian pipa lama, tetapi perluasan jaringan ke wilayah yang selama ini belum memperoleh layanan air bersih,” jelasnya.

Dalam proyek ini, sebanyak 340 sambungan rumah akan dibangun di Kecamatan Singkep. Setelah jaringan selesai dipasang, proses penyambungan kepada pelanggan akan menjadi kewenangan PDAM Tirta Lingga sesuai mekanisme yang berlaku.

“Yang kami kerjakan adalah perluasan jaringan. Untuk penyambungan ke pelanggan nantinya menjadi kewenangan PDAM berdasarkan BNBA dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Selain proyek di Kecamatan Singkep, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga merencanakan pembangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di dua lokasi di Daik Lingga.

“Program tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan dan diharapkan dapat direalisasikan sebelum akhir tahun,” katanya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Lingga, Irfan Andaria, mengakui kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan saat ini masih perlu ditingkatkan. Karena itu, pihaknya berharap mendapat dukungan pembangunan instalasi pengolahan air berteknologi modern dari BPBPK Kepri guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk kualitas air memang kami akui masih belum maksimal. Mudah-mudahan selain pembangunan jaringan ini, ke depan kami juga mendapatkan dukungan instalasi pengolahan air yang standar dan modern dari BPBPK Kepri agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Irfan.

Ia menambahkan, pelaksanaan proyek hingga saat ini berjalan lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat. Pihaknya berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga semakin banyak warga yang dapat menikmati layanan air bersih yang layak dan berkualitas. (Ton)

The post Progres Proyek Jaringan Air Minum Dabo Singkep Capai 49 Persen, Ditargetkan Rampung Desember 2026 appeared first on Jendela Kepri.

]]>
PT CPM Tegaskan Operasional Tambang Timah Sesuai Regulasi, Pelaporan Terintegrasi Melalui PTSP Batam https://jendelakepri.com/pt-cpm-tegaskan-operasional-tambang-timah-sesuai-regulasi-pelaporan-terintegrasi-melalui-ptsp-batam/ Thu, 16 Jul 2026 10:05:18 +0000 https://jendelakepri.com/?p=10474 Lingga, jendelakepri.com – Tim Legal PT Citra Persada Mulia (PT CPM) memberikan penjelasan terkait aktivitas...

The post PT CPM Tegaskan Operasional Tambang Timah Sesuai Regulasi, Pelaporan Terintegrasi Melalui PTSP Batam appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Lingga, jendelakepri.com – Tim Legal PT Citra Persada Mulia (PT CPM) memberikan penjelasan terkait aktivitas penambangan timah laut perusahaan di perairan Pekajang yang disebut belum diketahui oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lingga.

Tim Legal PT CPM, Abdi, menjelaskan bahwa perusahaan merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi yang berada di wilayah Kabupaten Lingga. Namun, karena fasilitas industri dan kegiatan pengolahan perusahaan berlokasi di Batam, seluruh pelaporan kegiatan usaha dilakukan melalui PTSP Batam sesuai mekanisme yang berlaku.

“PT Citra Persada Mulia merupakan perusahaan industri yang memiliki IUP Operasi Produksi yang terletak di Lingga. Karena industri kami berada di Batam, maka seluruh pelaporan usaha dilakukan melalui PTSP Batam,” ujar Abdi, Kamis (16/7/2026).

Ia menambahkan, sistem perizinan dan pelaporan usaha di Indonesia saat ini telah terintegrasi secara nasional. Dengan demikian, seluruh data perusahaan, termasuk bidang usaha dan laporan kegiatan, dapat diakses melalui sistem pemerintah pusat.

“Setiap pelaku usaha sudah terintegrasi dengan sistem pusat. Kami juga melaporkan seluruh aktivitas melalui akun PTSP pusat, sehingga seluruh data perusahaan dapat dilihat oleh instansi yang berwenang,” jelasnya.

Selain menjelaskan mekanisme pelaporan, PT CPM juga menegaskan komitmennya dalam memenuhi seluruh kewajiban kepada negara, termasuk pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari kegiatan pertambangan timah.

Menurut Abdi, komoditas timah merupakan logam yang wajib melalui proses hilirisasi sebelum dipasarkan ke luar negeri. Setelah diolah menjadi ingot dan diekspor, perusahaan berkewajiban membayar royalti yang menjadi bagian dari PNBP sesuai ketentuan pemerintah.

“Timah harus dihilirisasikan terlebih dahulu sebelum diekspor. Dari proses ekspor tersebut timbul kewajiban pembayaran royalti yang merupakan PNBP. Perusahaan berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban pajak maupun PNBP sesuai aturan yang telah ditetapkan negara,” tegasnya.

Melalui penjelasan tersebut, PT CPM menegaskan bahwa operasional perusahaan dijalankan sesuai regulasi yang berlaku, dengan sistem pelaporan yang terintegrasi secara nasional serta komitmen untuk memenuhi seluruh kewajiban perizinan, perpajakan, dan penerimaan negara. (Ton)

The post PT CPM Tegaskan Operasional Tambang Timah Sesuai Regulasi, Pelaporan Terintegrasi Melalui PTSP Batam appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Bupati Lingga Siapkan Kawasan Konservasi Laut, Langkah Strategis Jaga Ekosistem dan Masa Depan Masyarakat Pesisir https://jendelakepri.com/bupati-lingga-siapkan-kawasan-konservasi-laut-langkah-strategis-jaga-ekosistem-dan-masa-depan-masyarakat-pesisir/ Wed, 10 Jun 2026 10:49:42 +0000 https://jendelakepri.com/?p=10195 Lingga, jendelakepri.com – Pemerintah Kabupaten Lingga terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian sumber daya laut...

The post Bupati Lingga Siapkan Kawasan Konservasi Laut, Langkah Strategis Jaga Ekosistem dan Masa Depan Masyarakat Pesisir appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Lingga, jendelakepri.com – Pemerintah Kabupaten Lingga terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian sumber daya laut dan pesisir. Hal ini ditandai dengan digelarnya rapat paparan Rencana Penetapan Cadangan Kawasan Konservasi Daerah yang dipimpin langsung oleh Bupati Lingga di Gedung Daerah Daik, Rabu, 10 Juni 2026.

Rapat tersebut menjadi langkah penting dalam menyusun strategi perlindungan kawasan laut yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Perikanan Kabupaten Lingga, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Barenlitbang Kabupaten Lingga, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Turut hadir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau bersama tim dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara atau YKAN yang memaparkan rencana penetapan kawasan konservasi beserta strategi pengelolaannya di wilayah Kabupaten Lingga.

Dalam pemaparannya, tim konsultan menjelaskan berbagai manfaat yang dapat diperoleh melalui pengelolaan kawasan konservasi yang efektif, mulai dari menjaga keberlanjutan ekosistem laut, meningkatkan hasil perikanan dalam jangka panjang, hingga membuka peluang ekonomi baru berbasis kelautan dan pariwisata berkelanjutan.

Bupati Lingga menegaskan bahwa keberhasilan program konservasi membutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun masyarakat. Menurutnya, kawasan konservasi bukan sekadar upaya menjaga lingkungan, tetapi juga investasi strategis untuk masa depan generasi mendatang.

Melalui perencanaan yang matang dan kolaborasi yang kuat, Kabupaten Lingga diharapkan mampu menghadirkan kawasan konservasi yang memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai daerah kepulauan yang kaya akan potensi sumber daya laut.

The post Bupati Lingga Siapkan Kawasan Konservasi Laut, Langkah Strategis Jaga Ekosistem dan Masa Depan Masyarakat Pesisir appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Pemkab Lingga Matangkan Pendataan Siswa Sekolah Rakyat, Perkuat Sinergi Antar OPD https://jendelakepri.com/pemkab-lingga-matangkan-pendataan-siswa-sekolah-rakyat-perkuat-sinergi-antar-opd/ Mon, 11 May 2026 05:08:25 +0000 https://jendelakepri.com/?p=9908 Lingga, jendelakepri.com – Pemerintah Kabupaten Lingga mulai mematangkan persiapan pendataan calon peserta didik untuk program...

The post Pemkab Lingga Matangkan Pendataan Siswa Sekolah Rakyat, Perkuat Sinergi Antar OPD appeared first on Jendela Kepri.

]]>

Lingga, jendelakepri.com – Pemerintah Kabupaten Lingga mulai mematangkan persiapan pendataan calon peserta didik untuk program Sekolah Rakyat (SR) tingkat SD, SMP hingga SMA. Upaya tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Persiapan Pendataan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat di Ruang Rapat Kantor Bupati Lingga, Senin (11/05/2026).

Rapat koordinasi yang difasilitasi Sekretariat Daerah Kabupaten Lingga itu dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Lingga. Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga menegaskan pentingnya kesiapan dan sinergi antar perangkat daerah guna memastikan proses pendataan berjalan tepat sasaran, akurat, serta sesuai ketentuan yang berlaku.

Pendataan calon peserta didik dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat agar benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lingga menekankan perlunya kerja sama seluruh pihak agar proses pendataan dapat berjalan optimal dan terintegrasi.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah.

Rapat koordinasi ini juga menjadi forum penyamaan persepsi antar instansi terkait, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan pendataan calon peserta didik Sekolah Rakyat di Kabupaten Lingga.

Melalui koordinasi yang matang, Pemerintah Kabupaten Lingga berharap proses pendataan dapat berlangsung lebih efektif, terukur, dan terorganisir, sehingga program Sekolah Rakyat dapat terlaksana dengan baik dan memberi dampak positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Lingga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala OPD dan perwakilan instansi terkait, di antaranya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Bappelitbang, Inspektorat Kabupaten Lingga, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ketua Tim Pendamping Sosial/PKH Kabupaten Lingga, hingga Pekerja Sosial (PEKSOS) Kemensos RI Kabupaten Lingga.

The post Pemkab Lingga Matangkan Pendataan Siswa Sekolah Rakyat, Perkuat Sinergi Antar OPD appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Misteri Tewasnya Syafitri Yana di Lingga, Suami Hilang Usai Titip Kunci Rumah dan Mobil https://jendelakepri.com/misteri-tewasnya-syafitri-yana-di-lingga-suami-hilang-usai-titip-kunci-rumah-dan-mobil/ Thu, 30 Apr 2026 01:46:48 +0000 https://jendelakepri.com/?p=9905 Lingga, jendelakepri.com – Kasus penemuan jasad perempuan yang terkubur dangkal di belakang rumah kawasan Setajam,...

The post Misteri Tewasnya Syafitri Yana di Lingga, Suami Hilang Usai Titip Kunci Rumah dan Mobil appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Lingga, jendelakepri.com – Kasus penemuan jasad perempuan yang terkubur dangkal di belakang rumah kawasan Setajam, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, masih menyisakan misteri. Korban diketahui bernama Syafitri Yana (23), warga Tanjungpinang yang tinggal bersama suaminya berinisial JK di Dabo Singkep.

Identitas korban dipastikan berdasarkan data kependudukan. Meski demikian, polisi menemukan tato bertuliskan nama “Diana” di lengan kiri bawah korban. Kapolres Lingga, Pahala Martua Nababan menegaskan bahwa nama Syafitri Yana dan Diana merujuk pada orang yang sama.

“Nama di Kartu Keluarga adalah Syafitri Yana, sementara di tato tertulis Diana. Itu merujuk pada orang yang sama,” ujar Pahala, 29 April 2026 lalu.

Korban ditemukan terkubur tidak jauh dari rumah yang ditempatinya bersama sang suami. Jarak lokasi penemuan jasad diperkirakan hanya sekitar 30 hingga 40 meter dari rumah tersebut.

Namun saat proses evakuasi dilakukan, rumah dalam keadaan kosong. Suami korban, JK, tidak berada di lokasi dan hingga kini belum dapat dihubungi.

Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap penyebab kematian sekaligus keberadaan JK yang menghilang usai jasad korban ditemukan.

Di tengah penyelidikan, muncul keterangan dari abang kandung JK, Suarman alias Nanang. Ia mengaku sempat didatangi JK sehari sebelum penemuan mayat, tepatnya Senin 27 April 2026.

Saat itu, JK disebut menitipkan kunci rumah dan mobil kepadanya. Ketika ditanya hendak pergi ke mana, JK mengaku ingin menenangkan diri dan menemui anak dari pernikahan sebelumnya.

Tanpa menaruh curiga, Nanang hanya meminta adiknya berhati-hati. Bahkan pada hari yang sama, komunikasi mereka masih berjalan dan JK sempat mengabarkan dirinya telah berada di Batam untuk melanjutkan perjalanan melalui bandara.

Namun situasi berubah pada Selasa 28 April 2026 sore, ketika Nanang menerima telepon dari anaknya yang mengabarkan adanya penemuan mayat di belakang rumah JK.

“Saya sempat terdiam. Lalu saya tanya, itu laki-laki atau perempuan. Tidak lama kemudian anak saya telepon lagi dan bilang korban perempuan,” ungkapnya.

Mendengar kabar tersebut, Nanang langsung menduga korban adalah istri JK, terlebih menurutnya pasangan tersebut sempat terlibat cekcok sebelumnya.

Nanang kemudian mencoba menghubungi JK. Dalam percakapan singkat itu, JK membantah terlibat dalam kematian istrinya.

“Dia bilang, ‘Itu bukan aku pelakunya.’ Saya jawab, ‘Kalau bukan kau, siapa lagi? Pulanglah selesaikan masalah ini,’” kata Nanang.

Tak lama setelah percakapan tersebut, nomor ponsel JK tidak lagi aktif dan hingga kini belum bisa dihubungi.

Nanang pun berharap adiknya segera menyerahkan diri apabila memang terlibat dalam kasus tersebut.

“Saya harap dia menyerahkan diri atas apa yang telah dia lakukan, jangan menyusahkan saya sebagai abang di sini,” tutupnya.

The post Misteri Tewasnya Syafitri Yana di Lingga, Suami Hilang Usai Titip Kunci Rumah dan Mobil appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Misteri Mayat Perempuan di Setajam, Polisi Tunggu Hasil Forensik Polda Kepri https://jendelakepri.com/misteri-mayat-perempuan-di-setajam-polisi-tunggu-hasil-forensik-polda-kepri/ Wed, 29 Apr 2026 04:37:22 +0000 https://jendelakepri.com/?p=9902 Lingga, jendelakepri.com – Kasus penemuan mayat perempuan tanpa identitas di wilayah Setajam, Kabupaten Lingga, Kepulauan...

The post Misteri Mayat Perempuan di Setajam, Polisi Tunggu Hasil Forensik Polda Kepri appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Lingga, jendelakepri.com – Kasus penemuan mayat perempuan tanpa identitas di wilayah Setajam, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, masih menyisakan misteri. Hingga kini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dari Bid Dokkes Polda Kepri guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kasat Reskrim Polres Lingga, Maidir mengatakan, penyelidikan terhadap kasus tersebut terus dilakukan secara mendalam. Polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil autopsi dan pemeriksaan forensik keluar.

“Lebih lanjut kami menunggu hasil forensik dari Bid Dokkes Polda Kepri,” ujar Maidir saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar sementara, korban diketahui merupakan seorang perempuan tanpa identitas yang diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tujuh hari sebelum ditemukan warga.

Kondisi jenazah saat ditemukan cukup memprihatinkan. Pada bagian wajah, leher, hingga dada ditemukan lebam berwarna merah kebiruan. Tubuh korban juga sudah dalam keadaan kaku, kulit mulai mengelupas, serta perut membuncit yang menandakan proses pembusukan telah berlangsung.

Polisi turut menemukan sejumlah tanda mencurigakan pada tubuh korban, di antaranya mata melotot, lidah tergigit, serta keluarnya darah berwarna gelap dari bagian hidung dan telinga.

Selain itu, terdapat beberapa tato yang menjadi ciri khusus korban, yakni tulisan “Diana” di lengan bawah kanan, gambar jari tengah di lengan atas kiri, serta tato abstrak di lengan kiri bawah. Korban juga diketahui menggunakan cat kuku berwarna hitam.

Tak hanya itu, tubuh korban ditemukan dalam kondisi kotor dengan pasir menempel hampir di seluruh bagian tubuh. Polisi menduga korban sempat ditanam atau ditimbun menggunakan tanah sebelum akhirnya ditemukan warga.

Sebelumnya, sekitar pukul 18.51 WIB, jenazah dievakuasi menggunakan kantong jenazah berwarna oranye dan dibawa ke RSUD Dabo Singkep guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penemuan mayat tersebut sempat menggegerkan warga Setajam. Korban ditemukan di belakang rumah kontrakan yang berada tidak jauh dari SMA Negeri 2 Singkep, dalam kondisi tanpa busana dan mengeluarkan bau menyengat hingga memicu kecurigaan warga sekitar.

Kini, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian sekaligus mengidentifikasi identitas korban.

The post Misteri Mayat Perempuan di Setajam, Polisi Tunggu Hasil Forensik Polda Kepri appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Sidang Lapangan Buka Fakta Baru Proyek Jembatan Marok Kecil, Perbedaan Data Mengemuka https://jendelakepri.com/sidang-lapangan-buka-fakta-baru-proyek-jembatan-marok-kecil-perbedaan-data-mengemuka/ Fri, 10 Apr 2026 10:36:58 +0000 https://jendelakepri.com/?p=9558 Lingga, jendelakepri.com – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pembangunan jembatan penghubung Laboh di Desa Marok...

The post Sidang Lapangan Buka Fakta Baru Proyek Jembatan Marok Kecil, Perbedaan Data Mengemuka appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Lingga, jendelakepri.com – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pembangunan jembatan penghubung Laboh di Desa Marok Kecil, Kabupaten Lingga, memasuki babak krusial. Untuk menguji kebenaran data, majelis hakim menggelar pemeriksaan langsung di lokasi proyek pada Kamis (9/4/2026).

Sidang lapangan ini dipimpin Ketua Majelis Hakim Rahmat Sanjaya dengan menghadirkan jaksa penuntut umum (JPU), penasihat hukum para terdakwa, ahli konstruksi, serta sejumlah pihak terkait, termasuk perangkat desa dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mengikuti tahapan proyek yang berlangsung sejak 2022 hingga 2024.

Pada proyek tahun 2022, fokus pemeriksaan tertuju pada struktur abutmen, sayap abutmen, dan pasangan batu. Dalam proses pengukuran, ahli konstruksi dari Politeknik Negeri Lhokseumawe memaparkan metode yang digunakan. Namun, hasil pengukuran bersama justru mengungkap sejumlah perbedaan mencolok antara laporan dan kondisi nyata di lapangan.

Salah satu temuan signifikan terlihat pada tinggi sayap abutmen. Dalam laporan, tinggi hanya dihitung 2,5 meter, sementara kondisi aktual mencakup keseluruhan struktur dari pondasi hingga dudukan gelagar. Tak hanya itu, jumlah titik uji core drill juga berbeda jauh—laporan mencatat enam sampel, sedangkan di lapangan ditemukan 13 titik. Perbedaan ini dinilai berdampak langsung pada analisis kekuatan beton.

Pemeriksaan berlanjut ke proyek tahun 2023 dengan cakupan yang lebih luas, meliputi abutmen, sayap abutmen, box culvert, serta pasangan batu. Lagi-lagi, ketidaksesuaian data ditemukan. Ketebalan abutmen yang dalam laporan tercatat 20 cm, ternyata mencapai 40 cm di lapangan. Sementara itu, panjang box culvert yang dilaporkan 6 meter, faktanya mencapai 9 meter, sehingga volume riil lebih besar dari yang dihitung sebelumnya. Bahkan, pekerjaan pasangan batu miring di sisi kiri dan kanan jalan yang cukup panjang disebut tidak masuk dalam perhitungan ahli.

Temuan-temuan ini semakin menguatkan dugaan adanya kekeliruan dalam metode penghitungan yang digunakan sebelumnya.

Memasuki proyek tahun 2024, pemeriksaan difokuskan pada pasangan batu di sisi kiri dan kanan jalan. Perbedaan kembali muncul pada tinggi struktur. Jika dalam laporan hanya disebut 1 meter, hasil pengukuran di lapangan menunjukkan variasi antara 1 hingga 2 meter, dengan rata-rata sekitar 1,5 meter.

Usai seluruh rangkaian pemeriksaan, para terdakwa tampak lebih tenang. Mereka menilai hasil sidang lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan laporan ahli yang selama ini menjadi dasar tuduhan. Sorotan pun mengarah pada metodologi perhitungan, termasuk pentingnya klarifikasi dari BPKP terkait audit kerugian keuangan negara.

Majelis hakim kemudian meminta seluruh pihak segera menyiapkan pembelaan berdasarkan temuan lapangan, guna mempercepat proses persidangan menuju putusan.

Perkara ini sendiri menjerat empat terdakwa, yakni Wahyudi Pratama selaku Direktur CV Firman Jaya, Diky sebagai pelaksana lapangan, Yulizar selaku Direktur PT Bentan Sondong sekaligus konsultan pengawas, serta Jeki Amanda sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Penasihat hukum terdakwa Yulizar, Rian Hidayat, menilai banyak kejanggalan dalam laporan ahli sebelumnya. Ia menyoroti perbedaan hasil yang cukup jauh, ditambah ketua tim ahli dari Lhokseumawe yang telah meninggal dunia sehingga tidak dapat mempertanggungjawabkan hasil kajian tersebut.

“Fakta persidangan menunjukkan banyak kejanggalan dalam laporan ahli maupun BPKP. Perbedaan yang muncul sangat signifikan, sehingga hakim memutuskan melakukan pemeriksaan langsung di lokasi agar fakta sebenarnya dapat terlihat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Lingga, Bambang Wiratdany, menjelaskan bahwa sidang lapangan dilakukan untuk menindaklanjuti perbedaan pendapat antar ahli dalam persidangan sebelumnya.

“Langkah ini diambil untuk memastikan metode perhitungan yang digunakan para ahli sudah tepat dan sesuai dengan kondisi lapangan,” jelas Bambang.

Ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan belum dapat disimpulkan, karena masih menunggu laporan resmi dari tim ahli Politeknik Lhokseumawe. Nantinya, laporan tersebut akan menjadi bagian penting dalam penyusunan tuntutan.

“Perbedaan pendapat yang muncul sebelumnya memang berkaitan dengan metode dan perhitungan teknis. Hasil akhirnya akan kami tunggu dari laporan resmi ahli,” pungkasnya.

The post Sidang Lapangan Buka Fakta Baru Proyek Jembatan Marok Kecil, Perbedaan Data Mengemuka appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Antisipasi Gejolak Harga, Pemkab Lingga dan BI Turun Langsung Gelar Pasar Murah https://jendelakepri.com/antisipasi-gejolak-harga-pemkab-lingga-dan-bi-turun-langsung-gelar-pasar-murah/ Thu, 02 Apr 2026 06:18:02 +0000 https://jendelakepri.com/?p=9483 Lingga, jendelakepri.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan...

The post Antisipasi Gejolak Harga, Pemkab Lingga dan BI Turun Langsung Gelar Pasar Murah appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Lingga, jendelakepri.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga bersinergi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau menggelar Pasar Sembako Murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dengan harga terjangkau, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini menjadi strategi cepat dalam mengantisipasi fluktuasi harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan di tengah dinamika ekonomi. Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi, dengan banyaknya warga yang memanfaatkan pasar murah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Riau dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif Pemkab Lingga yang dinilai responsif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, tantangan ekonomi yang terus berkembang menuntut adanya langkah kreatif dan optimistis dari seluruh pemangku kepentingan.

“Pasar sembako murah ini merupakan upaya penting dalam jangka pendek untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dengan harga yang tetap terjangkau. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan program tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Sementara itu, Wakil Bupati Lingga, Ir. H. Novrizal, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam merespons tekanan harga bahan pokok yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BI menjadi kekuatan strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Pemkab Lingga akan terus menghadirkan program-program yang langsung menyentuh masyarakat. Pasar sembako murah ini menjadi langkah konkret untuk menjaga daya beli serta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah serta mendukung setiap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan beban masyarakat dapat berkurang, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi di Kabupaten Lingga. (Andi/JK)

The post Antisipasi Gejolak Harga, Pemkab Lingga dan BI Turun Langsung Gelar Pasar Murah appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Bupati Lingga Pimpin Ibadah Malam Lailatul Qadar, Ajak Masyarakat Perbanyak Ibadah di Penghujung Ramadan https://jendelakepri.com/bupati-lingga-pimpin-ibadah-malam-lailatul-qadar-ajak-masyarakat-perbanyak-ibadah-di-penghujung-ramadan/ Wed, 11 Mar 2026 16:11:41 +0000 https://jendelakepri.com/?p=9377 Lingga, jendelakepri.com – Bupati Muhammad Nizar bersama Wakil Bupati Novrizal dan Sekretaris Daerah Armia melaksanakan...

The post Bupati Lingga Pimpin Ibadah Malam Lailatul Qadar, Ajak Masyarakat Perbanyak Ibadah di Penghujung Ramadan appeared first on Jendela Kepri.

]]>
Lingga, jendelakepri.com – Bupati Muhammad Nizar bersama Wakil Bupati Novrizal dan Sekretaris Daerah Armia melaksanakan ibadah malam dalam rangka menyambut malam Lailatul Qadar yang digelar di Masjid Megat Kuning, kawasan Kantor Bupati Lingga, Selasa malam (11/3/2026).

Ibadah tersebut merupakan bagian dari rangkaian Qiyamul Lail, yakni menghidupkan malam pada sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan dengan berbagai ibadah. Sholat Lailatul Qadar dilaksanakan dua hingga empat rakaat setelah sholat tarawih sebagai upaya meraih keutamaan malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan.

Selain melaksanakan sholat khusus tersebut, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan malam lainnya seperti sholat taubat, sholat hajat, sholat tahajud, sholat tasbih, memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbanyak i’tikaf, serta memperbanyak doa dan dzikir.

Dalam kesempatan itu, Bupati Nizar mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lingga yang menjalankan ibadah puasa agar memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan meningkatkan ibadah dan amal kebaikan.

“Pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, sedekah, membaca Al-Qur’an, serta berdoa agar memperoleh keutamaan malam Lailatul Qadar yang penuh berkah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Qadr, disebutkan bahwa satu malam Lailatul Qadar memiliki keutamaan setara dengan beribadah selama seribu bulan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lingga, perwakilan Kantor Urusan Agama Kabupaten Lingga, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lingga beserta jajaran staf.

Kegiatan ibadah malam ini menjadi momentum untuk memperkuat keimanan dan kebersamaan umat Islam di Lingga, sekaligus mengajak masyarakat memaksimalkan ibadah pada penghujung Ramadan demi meraih keberkahan Lailatul Qadar. (*/JK)

The post Bupati Lingga Pimpin Ibadah Malam Lailatul Qadar, Ajak Masyarakat Perbanyak Ibadah di Penghujung Ramadan appeared first on Jendela Kepri.

]]>