Tanjungpinang, jendelakepri.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menghadiri kegiatan UMRAH Nexus Expo 2026 yang digelar di Hall Galeri Tamadun Maritim, Gedung Satu Gurindam Ismeth Abdullah, Kampus UMRAH Dompak, Tanjungpinang, Senin (4/5).
Kegiatan ini disejalankan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Polda Kepri dan UMRAH dalam bidang penyelenggaraan pendidikan, pusat studi kepolisian, pengkajian, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan. Momentum ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional sekaligus peluncuran lima pusat studi strategis di lingkungan UMRAH.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Nyanyang menegaskan bahwa Kepulauan Riau merupakan provinsi kepulauan yang 98 persen wilayahnya terdiri dari lautan dan hanya sekitar 2 persen daratan, dengan lebih dari 2.000 gugusan pulau. Posisi strategis sebagai gerbang utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja, serta berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, menjadi peluang sekaligus tantangan besar, khususnya dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia.
“Kita dituntut tidak hanya memiliki kompetensi standar, tetapi juga mampu bersaing secara global agar tidak menjadi penonton di negeri sendiri,” ujar Nyanyang .
Lebih lanjut, Nyanyang menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus berupaya meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program, mulai dari pemberian beasiswa, pelatihan vokasi, hingga penguatan literasi digital. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dengan dunia pendidikan.
“UMRAH memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis riset yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan,” tambahnya .
Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai upaya tersebut telah menunjukkan hasil positif, tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepulauan Riau yang tertinggi di Sumatera serta pertumbuhan ekonomi yang terus stabil. Menurutnya, capaian ini merupakan bukti bahwa sinergi antara kebijakan yang tepat dan SDM yang unggul mampu memperkuat ketahanan dan daya saing daerah di tengah dinamika global .
Pada kesempatan itu, Nyanyang mengapresiasi pelaksanaan UMRAH Nexus Expo 2026 sebagai manifestasi nyata kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan mitra strategis. Ia menilai peluncuran lima pusat studi serta Maritime Industry and Technology Center (MITC) menjadi tonggak penting transformasi UMRAH sebagai pusat inovasi yang inklusif.
“Ini adalah ruang bertemunya ide, riset, dan kebijakan untuk kepentingan masyarakat luas,” ungkapnya .
Mengakhiri sambutannya, Nyanyang berharap kegiatan ini mampu menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa dan peneliti untuk terus berkarya serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret bagi pembangunan daerah. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Kepulauan Riau sebagai laboratorium inovasi maritim terbaik di Indonesia, dengan semangat sinergi dan kolaborasi demi masa depan daerah yang lebih gemilang .
Sementara itu, Rektor UMRAH, Agung Damar Syakti menyampaikan bahwa pelaksanaan UMRAH Nexus Expo 2026 merupakan bagian dari program strategis kampus dalam mendukung visi “Satu Gurindam”. Peluncuran lima pusat studi, yakni Pusat Studi Laut Natuna, Pusat Studi Mitigasi Bencana, SDGs Center, Pusat Studi Kepolisian, serta Pusat Kajian Perencanaan, Infrastruktur dan Kewilayahan, bersama Maritime Industry and Technology Center (MITC).
“Ini menjadi langkah konkret dalam mendorong riset aplikatif dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, akademisi, serta para mitra UMRAH dan tamu undangan lainnya.













