Batam, jendelakepri.com – Bentrokan berdarah yang terjadi di Setokok, Barelang, Batam pada Senin (14/9/2026) dipicu oleh permasalahan lahan. Kejadian ini terjadi antara pihak PT MIG Perkasa Industri dan PT Sat Bangun Sukses.
Guntur selaku Humas PT Sat Bangun Sukses menceritakan bahwa pihaknya telah lebih dulu memiliki lahan tersebut sejak tahun 2002 seluas 10 ha. Lahan tersebut dibeli dari orang tua Awang Herman.
“Kami sudah membeli lahan tersebut dari almarhum Pak Haji dan almarhumah Bu Hajjah, orang tua dari Awang Herman. Setelah itu, lahan itu ditanamin tanaman tumbuh seperti kelapa, pisang dan lainnya,” kata Guntur.
Hingga akhirnya pada 31 Agustus 2023 pihak PT Sat Bangun Sukses mengajukan permohonan pengalokasian lahan kepada BP Batam. “Namun jawaban dari pihak BP Batam, HPL dari pusat belum turun,” kata Guntur lagi.
Tak berhenti di situ saja, PT Sat Bangun Sukses kembali mengajukan permohonan pengalokasian lahan ke BP Batam pada 12 Januari 2024 dan mendapati jawaban yang sama. “Hingga akhirnya kami kembali mengajukan permohonan pada terakhir 28 Juli 2026 dan dijawab melalui surat resmi 18 Agustus 2026 bahwa lahan tersebut telah dialokasikan kepada pihak ketiga. Ini membuat kami kecewa, karena kami menunggu-nunggu informasi dari BP Batam, tapi ternyata lahan sudah dialokasikan kepada pihak lain,” ucap Guntur.
Dikarenakan hal tersebut, lanjut Guntur, PT MIG Perkasa Industri menggandeng Lang Laut untuk menguasai lahan dan menghancurkan tanaman tumbuh yang ada di lahan tersebut. “Bahkan aktifitas tersebut sudah berlangsung beberapa hari. Dan saat kami ke lokasi, di sana sudah terdapat satu alat berat. Mereka juga membangun pagar di dalam pagar kami,” kata Guntur.
Mengetahui hal tersebut, pihak PT Sat Bangun Sukses berencana untuk membongkar pagar tersebut. Namun, setibanya di lokasi, pihak PT MIG Perkasa Industri dan Lang Laut, yang berjumlah lebih dari 200 orang telah menduduki lahan dengan membawa senjata tajam seperti tombak dan juga senapan angin.
“Tidak ada adu mulut, karena kami langsung diserang menggunakan senjata tajam dan juga senapan angin. Akibatnya, ada dua orang meninggal dunia dan 5 orang mengalami luka-luka,” ucap Guntur. (AL)













