Batam, jendelakepri.com – Dua korban meninggal dunia akibat bentrok di salah satu lokasi lahan di Setokok, Barelang, Kota Batam, Senin (14/9/2026) akan menjalani otopsi. Kedua jenazah korban yakni Martinus Mangge (55) dan Heribertus Goda (43) masih berada di ruang instalasi forensik RS Bhayangkara Polda Kepri.
Korban meninggal dunia ini tiba di RS Bhayangkara sejak pukul 19.00 wib. Sebelumnya, korban sempat dilarikan ke RS Graha Hermin, namun nyawanya tidak dapat ditolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Kapolsek Nongsa, AKP Eko Chandra yang ditemui di RS Bhayangkara mengatakan, kedua jenazah korban masih dibersihkan sebelum dilakukan otopsi. “Saat ini jenazah korban masih berada di instalasi forensik dan tengah dibersihkan. Selanjutnya, akan dilakukan otopsi kepada keduanya,” ucapnya saat ditemui di RS Bhayangka, Senin malam.
Eko mengatakan, otopsi ini akan dilakukan oleh tim forensik yang dipimpin oleh Dr. dr. Leonardo, Sp.F.M., M.H. Otopsi ini dilakukan guna untuk penyelidikan lebih lanjut. “Kita masih menunggu tim dokter dan otopsi akan dilakukan malam ini juga,” katanya lagi.
Setelah dilakukan otopsi, lanjut Eko, pihak RS Bhayangkara dan jajaran kepolisian akan menunggu konfirmasi dari pihak keluarga korban untuk menentukan kemana jenazah akan dibawa. “Kami masih menunggu informasi dari pihak keluarga apakah korban akan dimakamkan di Batam atau di kampung halaman. Diketahui, salah satu korban merupakan warga Baloi Kolam dan satunya lagi warga Batu Aji,” ujar Eko lagi.
Eko mengatakan, jajaran kepolisian dari Polda Kepri, Polresta Barelang dan Polsek Nongsa siap membantu keluarga korban. “Kami siap memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan oleh keluarga korban” kata Eko.
Sementara itu, Guntur selaku Humas PT Sat Bangun Sukses mengatakan, kedua jenazah korban direncanakan akan dibawa ke kampung halaman masing-masing untuk selanjutnya dikembumikan di sana. “Kami masih berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk keberangkatan korban ke kampung halaman masing-masing. Kedua korban merupakan asli Kabupaten Ende dan Maumere, NTT,” kata Guntur. (AL)













